|
Written by Syaikh Dr Fauzan bin Shalih Al Fauzan
|
|
Pertanyaan 9 Tanya : Apakah berbahaya bila mentahdzir (memperingatkan) terhadap kelompok-kelompok yang menyelisihi manhaj Ahlu Sunnah wal Jamaah ? Jawab : Kami men-tahdzir secara umum,orang-orang yang menyelisihi al-haq. Kami berkata, Kami tetap di atas jalan Ahlu Sunnah wal Jamaah, dan kami meninggalkan siapa saja yang menyelisihi Ahlu Sunnah wal Jamaah, entah ia menyimpang dalam perkara yang besar maupun perkara-perkara yang kecil. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Syaikh Dr Fauzan bin Shalih Al Fauzan
|
|
Pertanyaan 5 Tanya : Manakah yang lebih pedih siksanya, maksiat atau bid'ah? Jawab : Yang berbuat bid'ah (mubtadi') lebih berat siksanya. Karena bid'ah lebih berbahaya daripada maksiat. Bid'ah lebih disukai setan dibanding maksiat. Sebab pelaku maksiat masih bisa diharapkan untuk bertubat, karena dia merasa berdosa dan tahu dirinya berbuat maksiat.[1] Berbeda dengan ahli bid'ah, sedikit sekali kemungkinannya untuk bertaubat. Karena mubtadi' menyangka kalau dirinya di atas kebenaran, dan menyangka bahwa dirinya orang yang taat serta di atas ketaatan. Karena itu- naudzubillah- bid'ah lebih berbahaya daripada maksiat. Para ulama salaf ash shalih senantiasa memperingatkan tentang bahayanya duduk dengan ahli bid'ah. Telah berkata Hasan al-Bashri, |
|
Read more...
|
|
|
Written by Syaikh Dr Fauzan bin Shalih Al Fauzan
|
|
Pertanyaan 1 Tanya : Apa nasehat anda bagi teman-teman yang terlibat sebagai panitia (pengurus) di lembaga-lembaga dakwah, apabila waktu beraktifitas di lembaga dakwah bersamaan dengan waktu untuk belajar kepada para ulama' dan masyayikh? Apakah mereka tetap di markas atau menghadiri majelis taklim? Nasehatilah dengan rinci, karena pembicaraan tentang ini di kalangan pemuda begitu banyak. |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
| Results 29 - 32 of 74 |