Home arrow Artikel
Artikel
Adab Berjalan ke Masjid Print
Written by Abdul Hakim bin Amir Abdat   

Hadits Pertama

Dari Abu Qatadah, ia berkata: Tatkala kami sedang shalat bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau mendengar suara berisik orang-orang (yang datang). Maka ketika Nabi telah selesai shalat, ia bertanya : Ada apa urusan kamu tadi (berisik) ?. Mereka menjawab : Kami terburu-buru untuk turut (jama`ah), Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata : Janganlah kamu berbuat begitu !. Apabila kamu mendatangi shalat, hendaklah kamu berlaku tenang ! Apa yang kamu dapatkan (dari shalatnya Imam), maka shalatlah kamu (seperti itu) dan apa yang kamu ketinggalan, sempurnakanlah ! (Hadits riwayat : Ahmad, Muslim dan Bukhari).

Read more...
 
Etika Tidur dan Bangun Print
Written by Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz   

1. Berintrospkesi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah dan jika sebaliknya maka hendaknya segera mohon ampunanNya, kembali dan bertaubat kepadaNya.

2. Tidur dini, berdasarkan hadits yang bersumber dari `Aisyah Bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam tidur pada awal malam dan bangun pada penghujung malam, lalu beliau melakukan shalat (Muttafaq `alaih).

3. Disunnatkan berwudlu` sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan. Al Bara` bin `Azib menuturkan Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: Apabila kamu akan tidur, maka berwudlu`lah sebagaimana wudlu` untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan ... Dan tidak mengapa berbalik ke sebelah kiri nantinya.

4. Disunnatkan pula mengibaskan sprei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadits abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya... Dia dalam satu riwayat dikatakan: tiga kali (Muttafaq `alaih).

5. Makruh tidur tengkurap. Abu Dzar menuturkan: `Nabi shallallahu `alaihi wa sallam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda: `Wahai Junaidah (panggilan abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka` (H.R Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al Albani).

6. Makruh tidur di atas dak terbuka, karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin syaiban disebutkan bahwasanya Nabi shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda: `Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya` (HR Al Bukhari di dalam al Adab al Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al Albani).

7. Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur. Dari Jabir diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah bersabda, `Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman` (Muttafaq `alaih).

8. Membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al Baqarah,Surah Al Ikhlas dan al Mu`awwidzatain (al Falaq dan An Naas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut.

9. Membaca do`a-do`a dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, seperti:

`Allahumma qinii `adzabaka yauma tab`atsu `ibaadaka`

`Ya Allah, peliharalah aku dari adzabMu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hambaMu`. Dibaca tiga kali (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)

Dan membaca:

`Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa`

`Dengan menyebut namaMu ya Allah, aku mati dan aku hidup` (HR. Al Bukhari)

10. Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan, maka disunnatkan (dianjurkan) berdo`a dengan do`a berikut ini:

`A`uudzu bikalimaatillahit taammati min ghadlabihi wa syarri `ibaadihi wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdluruun`

Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murkaNya, kejahatan hamba-hambaNya, dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)

11. Hendaknya apabila bangun tidur membaca:

`Alhamdu lillahilladzi ahyaanaa b`da maa amaatanaa wa ilaihinnisyuur`

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikanNya dan kepadaNya lah kami dikembalikan (HR. Al Bukhari)

--------------

(Ditulis ulang dari kutaib Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Azis bin Baz, penerbit Al Sofwa Jakarta, 2001)

 
Ngalap Berkah Print
Written by Ahmas Faiz bin Asifuddin   

Ngalap (mencari) berkah merupakan kecenderungan manusiawi semenjak nenek moyang bangsa manusia generasi pertama. Bahkan berkah adalah kebutuhan setiap insan. Demam ngalap berkah menjadi trend turun temurun disemua lapisan penduduk bumi hingga kini, di zaman moderen yang super canggih dan hubungan lintas dunia semakin global. Adakah ajaran Islam sejalan dengan arus tradisi ini dan memperkenankan orang ngalap berkah?.

Read more...
 
Bid'ah Print
Written by Ibnu Daqiqil 'Ied   

Dari Ummul mukminin ummu Abdillah Aisyah Radhiyallahu `anha berkata: Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda: Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami yang bukan darinya maka tertolak, dalam riwayat Muslim: Barang siapa mengamalkan satu amalan yang tidak ada padanya urusan kami maka tertolak.

Read more...
 
Manhaj Dakwah Salafiyah Print
Written by Admin   

Kini banyak sekali jamaah Islamiyah yang semuanya mengajak kembali kepada Islam, berhukum pada syariat Islam dan berupaya menegakkan daulah Islamiyah seperti pada zaman Khulafaur Rasyidin dan Khalifah-khalifah sesudahnya agar umat Islam memperoleh kembali kejayaannya dan kekuatannya. Sementara itu Rasulullah menyeru dan memerintahkan kaum muslimin supaya mereka berpegang teguh pada kitab RabbNya dan sunnah nabinya. Para sahabat nabipun sesudah wafat beliau melakukan hal yang sama. Mereka adalah As Salaf as Shalih bagi umat ini. Mereka melaksanakan segala perkataan pemimpinnya (Muhammad). Mereka buka negeri-negeri baru, hingga akhirnya mereka menyampaikan agama ini kepada kita dengan sempurna. Allah telah membela mereka dengan pertolongan yang nyata.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 79 - 91 of 133