Home arrow Artikel
Artikel
Tazkiyatun Nufus (Pembersihan Jiwa) Print
Written by Admin   

Cara membimbing akhlaq

Telah dimaklumi bahwa badan kita tidak diciptakan dalam keadaan sempurna, namun dia bisa dikondisikan menjadi lebih baik dengan makanan dan latihan. Maka begitu pula jiwa yang Allah ciptakan dalam keadaan lemah dan kekurangan; dia bisa dikondisikan menjadi kuat dan sempurna dengan mensucikan dan membimbing akhlaq serta menyuapinya dengan ilmu.

Read more...
 
Tanya Jawab Tentang Berbagai Manhaj Baru (bag 3) Print
Written by Syaikh Dr Fauzan bin Shalih Al Fauzan   

Pertanyaan 9

Tanya : Apakah berbahaya bila mentahdzir (memperingatkan) terhadap kelompok-kelompok yang menyelisihi manhaj Ahlu Sunnah wal Jamaah ?

Jawab : Kami men-tahdzir secara umum,orang-orang yang menyelisihi al-haq. Kami berkata, Kami tetap di atas jalan Ahlu Sunnah wal Jamaah, dan kami meninggalkan siapa saja yang menyelisihi Ahlu Sunnah wal Jamaah, entah ia menyimpang dalam perkara yang besar maupun perkara-perkara yang kecil.

Read more...
 
Tanya Jawab Tentang Berbagai Manhaj Baru (bag 2) Print
Written by Syaikh Dr Fauzan bin Shalih Al Fauzan   
Pertanyaan 5

Tanya : Manakah yang lebih pedih siksanya, maksiat atau bid'ah?

Jawab : Yang berbuat bid'ah (mubtadi') lebih berat siksanya. Karena bid'ah lebih berbahaya daripada maksiat. Bid'ah lebih disukai setan dibanding maksiat. Sebab pelaku maksiat masih bisa diharapkan untuk bertubat, karena dia merasa berdosa dan tahu dirinya berbuat maksiat.[1] Berbeda dengan ahli bid'ah, sedikit sekali kemungkinannya untuk bertaubat. Karena mubtadi' menyangka kalau dirinya di atas kebenaran, dan menyangka bahwa dirinya orang yang taat serta di atas ketaatan. Karena itu- naudzubillah- bid'ah lebih berbahaya daripada maksiat. Para ulama salaf ash shalih senantiasa memperingatkan tentang bahayanya duduk dengan ahli bid'ah. Telah berkata Hasan al-Bashri,

Read more...
 
Tanya Jawab Tentang Berbagai Manhaj Baru (bag 1) Print
Written by Syaikh Dr Fauzan bin Shalih Al Fauzan   

Pertanyaan 1

Tanya : Apa nasehat anda bagi teman-teman yang terlibat sebagai panitia (pengurus) di lembaga-lembaga dakwah, apabila waktu beraktifitas di lembaga dakwah bersamaan dengan waktu untuk belajar kepada para ulama' dan masyayikh? Apakah mereka tetap di markas atau menghadiri majelis taklim? Nasehatilah dengan rinci, karena pembicaraan tentang ini di kalangan pemuda begitu banyak.

Read more...
 
Sumber Ilmu Ahli Bid'ah Print
Written by Abdurrahman Shama-il As Sulami   

Sumber-sumber pengambilan ilmu menurut Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah wahyu, nash-nash Al Qur-an dan As Sunnah menurut pemahaman para salaf ash shalih. Adapun para ahli bid'ah, mereka memiliki sumber-sumber pengambilan ilmu yang banyak sekali, dan bahwasanya boleh bagi setiap orang untuk mengambil dalil dengan dalil-dalil yang asing dari Al Kitab dan Sunnah, dengan metode yang aneh dalam pemahaman ataupun pengambilan dalil. Oleh karenanya muncullah beberapa pendapat yang besar dari para ahlil bid'ah yang menyelisihi ruh syari'ah dan menyelisihi timbangan wahyu yang tetap.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 40 - 52 of 130