|
Tanya: Seringkali kami (penanya) mendengar sebagian orang bersumpah dengan selain nama Allah Azza wa Jalla. Mereka berkata, Demi amanah ini dan ini.” … Ada yang berkata, Demi kemuliaanku, demi hidupku.” Atau bersumpah dengan nama seseorang dan yang lebih memprihatinkan lagi ada yang berkata, Demi berhala, demi kehilangan engkau atau seseorang.” Dan masih banyak ungkapan sumpah yang sering diucapkan banyak orang baik dari kalangan umum maupun terpelajar. Pertanyaan kami adalah apa hukum syar‘i dalam masalah ini?
Jawab: Bersumpah dengan selain nama Allah adalah perbuatan mungkar dan merupakan dosa besar. Banyak sekali dalil-dalil yang mengharamkan dan melarangnya. Di antaranya adalah: - Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar – semoga Allah meridhai keduanya – dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,
Sesungguhnya Allah melarang kamu bersumpah dengan nama bapak-bapakmu. Barangsiapa yang bersumpah, hendaklah dia bersumpah dengan nama Allah atau ia diam. - Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdurrahman bin Samurah. Ia berkata, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Janganlah kamu bersumpah dengan nama berhala dan jangan juga dengan nama bapak-bapakmu. Kata at-Thowaghi dalam hadits tersebut artinya berhala yang disembah dan diagungkan selain Allah Azza wa Jalla. - Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Umar ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya Allah telah melarang kamu bersumpah dengan nama bapak-bapak kamu.” Umar berkata, Demi Allah, aku tidak pernah bersumpah dengan nama bapak-bapakku semenjak aku mendengar Rasulullah melarangnya, baik dengan mengucapkannya langsung maupun menukil ucapan orang lain yang bersumpah kepada selain Allah.Demikianlah bentuk pengagungan Umar kepada syiar-syiar Allah dan penghindaran diri beliau dari syubhat-syubhat dan perbuatan-perbuatan yang menyelisihi syariat, semoga Allah meridhainya. Demikian pula Rasulullah jika bersumpah, beliau berkata, Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya.
Atau: Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya.1) Demikian juga Abdullah bin Umar jika hendak bersumpah, ia berkata, Demi Zat yang Abdullah bin Umar bersumpah dengan nama-Nya.” Sedangkan Ali bin Abi Thalib jika hendak bersumpah, ia berkata, Demi Zat yang menumbuhkan biji-bijian dan menciptakan jiwa .” Seluruhnya termasuk sumpah dengan nama Allah Azza wa Jalla. - Hadits riwayat Abu Dawud dengan sanad yang shahih bahwa Nabi bersabda,
Barangsiapa yang bersumpah dengan kata amanah, maka bukan termasuk golonganku.2)
Hal tersebut dilarang karena kata amanah bukan termasuk nama dan sifat Allah, walaupun banyak orang awam yang berkata, Amanah adalah tanggung jawab yang berat dan agung, namun Allah Mahaagung, Mahamulia, dan Mahaperkasa di atas segalanya.
Maka wajib atas segenap kaum muslimin berhenti bersumpah dengan selain nama Allah, jika mereka memang benar-benar seorang muslim yang baik, mereka perlu mengetahui bahwa bersumpah palsu dengan nama Allah – walaupun hal tersebut adalah dosa dan kejahatan – lebih baik daripada bersumpah dengan selain nama Allah untuk sebuah kejujuran. 3) Alim ulama berpendapat bahwa sumpah dengan selain nama Allah merupakan sebuah bentuk kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari agama jika pengagungan kepada nama yang dijadikan alat bersumpah setara dengan pengagungan kepada Allah. Jika tidak, maka perbuatan semacam itu adalah dosa dan kefasikan bahkan sebagian ulama menganggap perbuatan seperti itu adalah syirik kecil (yaitu yang tidak mengeluarkan pelakunya dari agama, pent.). (Silakan lihat kitab Fathul Bari vol. 11 hal 531). Barangsiapa yang terlanjur bersumpah dengan selain nama Allah, hendaklah ia menebusnya dengan mengucapkan la ilaha illallah berdasarkan hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, Barangsiapa di antara kamu ada yang berkata dalam sumpahnya, Demi Lata, demi Uzza, hendaklah ia mengucapkan la ilaha illallah.
Perhatian: Aku tidak mengambil sebagai dalil dalam masalah ini hadits yang berbunyi: Barangsiapa yang bersumpah dengan selain nama Allah, maka ia telah berbuat syirik.
Sebab terdapat cacat tersembunyi yang merusak keabsahan lafal tersebut sebagaimana yang telah aku jelaskan di dalam tahqiq kitab ad-Da`u wa ad-Dawa` 4)
- Seperti dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Rifaah bin Arabah al-Juhaniy ia berkata, Apabila Rasulullah hendak bersumpah, beliau berkata, `Demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albaniy dalam silsilah Hadits Shahih vol. IV halaman 101 No. hadits 2069, pent.]
- Abu Thoyyib Muhammad Syamsul Haq al-Azhim Abadiy berkata, maksudnya adalah bersumpah dengan kata `amanah` itu sendiri. (Lihat Aunul Ma’bud karya beliau vol. 9 hal. 57, pent) ]
- Abdullah bin Masud pernah berkata, Bersumpah palsu dengan nama Allah lebih baik bagiku daripada bersumpah dengan selain nama Allah untuk sebuah kejujuran. Diriwayatkan oleh at-Thabraniy di dalam kitab Mu`jamul Kabir no. hadits 8902. Dan para perawinya dikatakan terpercaya (tsiqah) oleh al-Mundziri di dalam kitab at-Targhib (vol/hal. 607) dan al-Haitsamiy di dalam kitab al-Majma` vol. 4 hal. 177) pent.)]
- Menurut pendapat Syaikh al-Albaniy hadits ini shahih. Silakan lihat Silsilah Hadits Shahih vol. 5 hal. 70. Pent.)]
|