Home arrow Artikel arrow Bersumpah Dengan Selain Nama Allah
Bersumpah Dengan Selain Nama Allah Print
Written by Admin   
Saturday, 08 March 2003
Tanya:
Seringkali  kami (penanya) mendengar sebagian orang bersumpah dengan selain nama Allah Azza  wa Jalla. Mereka berkata, Demi amanah ini dan ini.” … Ada yang berkata, Demi  kemuliaanku, demi hidupku.” Atau bersumpah dengan nama seseorang dan yang lebih  memprihatinkan lagi ada yang berkata, Demi berhala, demi kehilangan engkau  atau seseorang.” Dan masih banyak ungkapan sumpah yang sering diucapkan banyak  orang baik dari kalangan umum maupun terpelajar. Pertanyaan kami adalah apa  hukum syar‘i dalam masalah ini?
 
Jawab:
Bersumpah  dengan selain nama Allah adalah perbuatan mungkar dan merupakan dosa besar.  Banyak sekali dalil-dalil yang mengharamkan dan melarangnya. Di antaranya adalah:
  1. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar – semoga Allah meridhai keduanya – dari Rasulullah  Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,
    Sesungguhnya Allah melarang kamu bersumpah dengan nama bapak-bapakmu. Barangsiapa yang bersumpah, hendaklah dia bersumpah dengan nama Allah atau ia diam.
  2. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdurrahman bin Samurah. Ia berkata, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
    Janganlah kamu bersumpah dengan nama berhala dan jangan juga dengan nama bapak-bapakmu.
    Kata at-Thowaghi dalam hadits tersebut artinya berhala yang disembah dan diagungkan selain Allah Azza wa Jalla.
  3. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Umar ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
    Sesungguhnya Allah telah melarang kamu bersumpah dengan nama bapak-bapak kamu.”
    Umar berkata, Demi Allah, aku tidak pernah bersumpah dengan nama bapak-bapakku semenjak aku  mendengar Rasulullah melarangnya, baik dengan mengucapkannya langsung maupun menukil ucapan  orang lain yang bersumpah kepada selain Allah.
    Demikianlah bentuk pengagungan Umar kepada syiar-syiar Allah dan penghindaran diri beliau dari syubhat-syubhat dan perbuatan-perbuatan yang menyelisihi syariat, semoga Allah meridhainya.
    Demikian  pula Rasulullah  jika bersumpah, beliau berkata,
    Demi  Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya.
     Atau:
    Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya.1)
    Demikian  juga Abdullah bin Umar jika hendak bersumpah, ia berkata, Demi Zat yang Abdullah  bin Umar bersumpah dengan nama-Nya.” Sedangkan Ali bin Abi Thalib jika hendak  bersumpah, ia berkata, Demi Zat yang menumbuhkan biji-bijian dan menciptakan  jiwa .” Seluruhnya termasuk sumpah dengan nama Allah Azza wa Jalla.
  4. Hadits  riwayat Abu Dawud dengan sanad yang shahih bahwa Nabi bersabda,
Barangsiapa  yang bersumpah dengan kata amanah, maka bukan termasuk golonganku.2)
Hal  tersebut dilarang karena kata amanah bukan termasuk nama dan sifat  Allah, walaupun banyak orang awam yang berkata, Amanah adalah tanggung jawab  yang berat dan agung, namun Allah Mahaagung, Mahamulia, dan Mahaperkasa di  atas segalanya.
Maka  wajib atas segenap kaum muslimin berhenti bersumpah dengan selain nama Allah,  jika mereka memang benar-benar seorang muslim yang baik, mereka perlu mengetahui  bahwa bersumpah palsu dengan nama Allah – walaupun hal tersebut adalah dosa  dan kejahatan – lebih baik daripada bersumpah dengan selain nama Allah untuk  sebuah kejujuran. 3)
Alim  ulama berpendapat bahwa sumpah dengan selain nama Allah merupakan sebuah bentuk  kekafiran yang mengeluarkan pelakunya dari agama jika pengagungan kepada nama  yang dijadikan alat bersumpah setara dengan pengagungan kepada Allah. Jika tidak,  maka perbuatan semacam itu adalah dosa dan kefasikan bahkan sebagian ulama menganggap  perbuatan seperti itu adalah syirik kecil (yaitu yang tidak mengeluarkan pelakunya  dari agama, pent.). (Silakan lihat kitab Fathul Bari vol. 11 hal 531).
 
Barangsiapa  yang terlanjur bersumpah dengan selain nama Allah, hendaklah ia menebusnya dengan  mengucapkan la ilaha illallah berdasarkan hadits shahih riwayat Bukhari  dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,
 
Barangsiapa  di antara kamu ada yang berkata dalam sumpahnya, Demi Lata, demi Uzza, hendaklah  ia mengucapkan la ilaha illallah.
Perhatian:
Aku  tidak mengambil sebagai dalil dalam masalah ini hadits yang berbunyi:
Barangsiapa  yang bersumpah dengan selain nama Allah, maka ia telah berbuat syirik.
Sebab  terdapat cacat tersembunyi yang merusak keabsahan lafal tersebut sebagaimana  yang telah aku jelaskan di dalam tahqiq kitab ad-Da`u wa ad-Dawa` 4)
 
  1. Seperti dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Rifaah bin  Arabah al-Juhaniy ia berkata, Apabila  Rasulullah hendak bersumpah, beliau berkata, `Demi Zat yang jiwa Muhammad  berada di tangan-Nya. (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al-Albaniy dalam silsilah Hadits Shahih vol. IV halaman 101 No. hadits 2069, pent.]
  2. Abu Thoyyib Muhammad Syamsul Haq al-Azhim Abadiy berkata, maksudnya  adalah bersumpah dengan kata `amanah` itu sendiri. (Lihat Aunul Ma’bud  karya beliau vol. 9 hal. 57, pent) ]
  3. Abdullah  bin Masud pernah berkata, Bersumpah palsu dengan nama Allah lebih baik bagiku  daripada bersumpah dengan selain nama Allah untuk sebuah kejujuran. Diriwayatkan  oleh at-Thabraniy di dalam kitab Mu`jamul Kabir no. hadits 8902. Dan  para perawinya dikatakan terpercaya (tsiqah) oleh al-Mundziri di dalam  kitab at-Targhib (vol/hal. 607) dan al-Haitsamiy di dalam kitab al-Majma`  vol. 4 hal. 177) pent.)]
  4. Menurut pendapat Syaikh al-Albaniy hadits ini shahih. Silakan  lihat Silsilah Hadits Shahih vol. 5 hal. 70. Pent.)]

Last Updated ( Monday, 17 November 2008 )