|
Written by Ustadz Ahmas Faiz
|
|
Adalah tepat ketika Imam Mujadid abad ke-12 H, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam al-Ushul ats-Tsalatsah menyatakan bahwa kewajiban pertama di antara empat kewajiban yang harus dipelajari seorang muslim adalah ilmu. Juga pada perkataan Imam al-Bukhori ketika mengetengahkan sebuah judul bab pada kitab Shahih-nya Bab : Ilmu Sebelum Perkataan dan Perbuatan. Al Imam Al Bukhari mendasarkan perkataannya pada firman Allah Subhanahu wa ta'ala: Maka Ilmuilah bahwasanya tiada ilah yang berhak disembah melainkan Allah, dan mohonlah ampun bagi dosamu (Muhammad:19). Pada kenyataannya ilmu itu memang teramat penting dan menentukan, oleh karena itu ia mesti menjadi hal pertama untuk dimengerti. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Muhammad Elvi Syam Lc
|
|
Segala puji hanya milik Allah semata, dam sholawat dan salam atas nabi kita Muhammad dan atas keluarganya dan para sahabanya, dan selanjutnya : Sesungguhnya kaum muslimin dewasa ini telah ditimpa oleh cobaan yang besar. Musibah-musibah telah mengepung mereka dari segala penjuru. Kebanyakan kaum muslimin pun telah terjerumus di dalammya. Kemungkaran di mana-mana dan manusia pun telah terang-terangan berbuat maksiat tanpa ada rasa takut dan malu. Sebabnya adalah : sikap remeh terhadap agama Allah dan tidak adanya pengagungan terhadap hukum dan ajaran-Nya serta lalainya kebanyakan dari orang-orang yang sholeh untuk menegakkan syari'at Allah dan amar makruf dan nahi mungkar. Sesungguhnya tiada solusi bagi kaum muslimin dari bencana dan musibah ini kecuali dengan taubat yang benar kepada Allah Ta'ala dan mengagungi segala perintah dan larangannya. Mencegah tangan-tangan yang jahil dan memberikan sanksi kepada mereka. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Admin
|
|
Gembira adalah kebalikan dari sedih, ia termasuk rintangan jiwa. Hanya gembira dengan Allah yang menjadikan hati mampu memperoleh hakikat kehidupan. Seorang hamba akan merasa gembira jika sudah mendapatkan cinta Allah, dan cinta Allah akan bisa diraih dengan ma'rifatullah (mengenal Allah). Cinta Allah ini akan menyingkap mendung kegalauan, kegundahan, kesedihan dan duka cita dari hati seorang hamba, |
|
Read more...
|
|
|
Written by Salim bin 'Ied Al Hilali
|
|
Dari Nadhar bin Ismail yang berkata: Saya pernah mendengar Umar bin Dzar [1] berkata: Kamu sekalian telah cukup mengerti tentang kematian, maka kamu menunggu-nunggu kedatangannya siang dan malam: Mungkin kamu mangkat sebagai seorang yang sangat dicintai oleh keluarganya, dihormati oleh kerabatnya, dan dipatuhi oleh masyarakatnya, dipindahkan ke liang yang kering dan batu-batu cadas yang bisu. Tidak ada seorangpun dari keluarga yang bisa memberikan bantal, kecuali hanya menempatkannya di tengah kerumunan binatang serangga. Adapun bantal pada saat itu berupa amal perbuatannya. |
|
Read more...
|
|
|
Written by 'Abdul 'Azizi Al-Muqbil
|
|
1. Wahai kaum Muslimin semoga Allah tetap menjagamu .... Janganlah engkau hadiri majlis-majlis (pertemuan) keburukan dan janganlah berinteraksi dengan mereka yang suka mengadakan majlis keburukan. Sebaliknya, bersegeralah menyambut seruan kebaikan dan menghadiri majlis keutamaan dan kebaikan. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil, Baha-uddien 'Aqiel
|
|
Dari Mukhawwal diriwayatkan bahwa ia berkata: Bahim Al Ajali pernah datang kepada saya suatu hari dan berkata: Apakah engkau mengenal seseorang di antara tetanggamu atau saudaramu yang engkau sukai, yang berkeinginan melaksanakan haji untuk dapat menemaniku? Aku menjawab: Ada. Aku segera menemui seorang lelaki yang shalih dan baik akhlaknya, lalu keduanya kupertemukan. Merekapun bersepakat untuk pergi haji bersama. Kemudian Bahim pulang menemui istrinya. Beberapa saat kemudian (sebelum pergi), si lelaki menemuiku dan berkata: Wahai saudaraku! Betapa senangnya aku jika kamu menjauhkan sahabatmu itu dariku! Hendaknya ia mencari teman seperjalanan yang lain saja. Aku bertanya: Mengapa demikian? Sungguh aku tidak melihat orang yang setara dengannya di kota Kuffah ini dalam kebagusan akhlak dan perangainya. Aku pernah berlayar bersamanya, dan yang kulihat darinya hanyalah kebaikan. Lelaki itu menjawab: Celakalah kamu, setahuku, ia ini orang yang banyak menangis, hampir tak pernah berhenti tangisnya. Hal itu akan menyusahkan kami sepanjang perjalanan. Aku menanggapi: Engkaulah yang celaka, terkadang tangisan itu datang tidak lain hanyalah dari mengingat Allah. Yakni, hati seseorang itu melembut, sehingga ia mengais. Bukankah kadangkala engkau juga menangis? Lelaki itu menjawab: Memang benar. Tetapi kudengar, terkadang ia mengais kelewatan sekali. Aku berkata: Temanilah dirinya. Semoga kamu bisa mengambil manfaat darinya. Ia berkata: Aku akan sholat istikharah terlebih dahulu! |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
| Results 17 - 27 of 74 |