|
Written by Kholid Syamhudi
|
|
1. Keutamaannya Qiyam Ramadhan adalah menegakkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah solat. Amalan ini memiliki keutamaan-keutamaan bagi pelakunya, yaitu: a. Mendapat pengampunan dari Allah sebagaimana sabda Rasulullah : Barangsiapa yang menegakkan (malam-malam) bulan Ramadhan dengan keimanan dan mencari keridhaan Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim) Lalu Rasulullah meninggal sedang perintah tersebut (meninggalkan jamaah taraweh) masih berlaku, demikian juga pada masa kekhalifahan Abu Bakar dan pertengahan kekhalifahan Umar sebagaimana riwayat Muslim. b. Mendapat keutamaan shiddiqin dan syuhada sebagaimana hadits Amr bin Murroh: Datang kepada Rasulullah seorang laki-laki Bani Qudhaah, lalu berkata, 'Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku telah bersyahadat tiada sesembahan yang hak, kecuali Allah, dan bersyahadat bahwa engkau adalah utusan-Nya, aku solat lima waktu, puasa satu bulan (Ramadhan), dan aku telah menegakkan (malam-malam) Ramadhan serta aku tunaikan zakat?' Maka Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa yang mati atas hal ini, dia termasuk dalam (kelompok) shiddiqin dan orang-orang yang syahid.' (Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih keduanya dan oleh selainnya dengan sanad yang sahih). |
|
Read more...
|
|
|
Written by Abu Asma' Kholid bin Syamhudi
|
|
1. Definisi Puasa 1.1. Definisi Secara Bahasa Ash-Shiyam (puasa) dalam bahasa Arab bermakna 'menahan diri', seperti firman Allah : Aku telah bernazar kepada Allah untuk menahan diri (dari berbicara) (Maryam, 19:26). 1.2. Definisi Secara Istilah Syari Adapun secara istilah syari adalah 'menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat'. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Dr. Mahmud Thahhan
|
|
Orang yang melakukan studi secara kritis akan mengetahui bahwa asas sarta prinsip-prinsip pokok ulumul hadits (kaidah-kaidah menerima dan menyampaikan hadits) itu benar-benar terdapat dalam kitab al Quran yang mulia, serta terdapat dalam Sunnah Nabawiyah. Allah berfirman : Wahai orang-orang yang telah beriman, jika datang orang fasiq dengan membawa suatu berita kepada kalian, maka hendaklah kalian menelitinya (al Hujurat : 6). Nabi pernah bersabda : Semoga Allah mengelokkan wajah orang yang mendengar berita dariku, lalu ia menyampaikan persis seperti apa yang pernah didengarnya. Karena tidak sedikit orang yang mendengarnya sendiri (HR Tirmidzi) dalam suatu riwayat lain beliau juga bersabda : Maka tidak sedikit orang yang membawa berita itu lebih mengerti daripada orang yang menerima berita tersebut, begitu pula tidak sedikit orang yang membawa berita itu tidak lebih mengerti daripada orang lyang menerima berita tersebut (HR Tirmidzi). |
|
Read more...
|
|
|
Written by Syaikh al Albani
|
|
Tanya : Kitab apakah yang anda anjurkan untuk dibaca oleh pemuda yang sedang belajar? Jawab : Saya anjurkan padanya apabila masih awal hendaklah membaca kitab Fiqhus Sunnah oleh Sayid Sabiq, sambil dibantu dengan sebagian kitab yang dijadikan rujukan, seperti Subulus Salam. Disamping itu jika dia memperhatikan kitab Tamamul Minah (berisi koreksi dan komentar terhdap kitab Fiqhus Sunnah) maka cara ini lebih kuat dan selamat. Saya anjurkan juga kepadanya hendaklah membaca kitab Ar Raudhatun Nadiyah oleh Sidiq Hasan Khan. Adapun tafsir, maka wajib baginya untuk membiasakan membaca kitab Tafsir Al Qur’an al Adhim oleh Ibnu katsir, walaupun sebagian tafsir tersebut panjang uraiannya. Sebab kitab tersebut paling sah, benar pada zaman ini. Kemudian untuk nasehat dan pelembut hati maka wajib baginya membaca kitab Riyadhus Shalihin oleh Imam nawani. Sedangkan untuk aqidah membaca Syarh Aqidah Thohawiyah oleh Ibnu Abil Izzi Al Hanafi, dalam memahami kitab tersebut dibantu dengan komentar dan penjelasanku pada kitab tersebut. Kitab-kitab secara umum untuk dibiasakan membacanya antara lain kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim al Jauziyah. Saya meyakini bahwa keduanya merupakan ulama langka di kalangan kaum muslimin. Mereka berada dalam manhaj salafus shalih baik dalam pemahaman, takwa dan kebaikkannya. (As Shalah 5/15 Dzulhijjah 1413 hal 59) |
|
|
Written by Ustadz Ahmas Faiz
|
|
Adalah tepat ketika Imam Mujadid abad ke-12 H, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam al-Ushul ats-Tsalatsah menyatakan bahwa kewajiban pertama di antara empat kewajiban yang harus dipelajari seorang muslim adalah ilmu. Juga pada perkataan Imam al-Bukhori ketika mengetengahkan sebuah judul bab pada kitab Shahih-nya Bab : Ilmu Sebelum Perkataan dan Perbuatan. Al Imam Al Bukhari mendasarkan perkataannya pada firman Allah Subhanahu wa ta'ala: Maka Ilmuilah bahwasanya tiada ilah yang berhak disembah melainkan Allah, dan mohonlah ampun bagi dosamu (Muhammad:19). Pada kenyataannya ilmu itu memang teramat penting dan menentukan, oleh karena itu ia mesti menjadi hal pertama untuk dimengerti. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Muhammad Elvi Syam Lc
|
|
Segala puji hanya milik Allah semata, dam sholawat dan salam atas nabi kita Muhammad dan atas keluarganya dan para sahabanya, dan selanjutnya : Sesungguhnya kaum muslimin dewasa ini telah ditimpa oleh cobaan yang besar. Musibah-musibah telah mengepung mereka dari segala penjuru. Kebanyakan kaum muslimin pun telah terjerumus di dalammya. Kemungkaran di mana-mana dan manusia pun telah terang-terangan berbuat maksiat tanpa ada rasa takut dan malu. Sebabnya adalah : sikap remeh terhadap agama Allah dan tidak adanya pengagungan terhadap hukum dan ajaran-Nya serta lalainya kebanyakan dari orang-orang yang sholeh untuk menegakkan syari'at Allah dan amar makruf dan nahi mungkar. Sesungguhnya tiada solusi bagi kaum muslimin dari bencana dan musibah ini kecuali dengan taubat yang benar kepada Allah Ta'ala dan mengagungi segala perintah dan larangannya. Mencegah tangan-tangan yang jahil dan memberikan sanksi kepada mereka. |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
| Results 13 - 23 of 74 |